JawaPos.com-Anak dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD) kerap mengalami sensitivitas berlebih terhadap rangsangan sensorik. Terapi sensori integrasi diyakini dapat membantu anak-anak dengan autisme ini untuk belajar mengatasi dan mengurangi sensitivitas berlebih mereka.
Sebagai informasi, ASD atau Gangguan Spektrum Autisme merupakan kondisi tumbuh kembang yang menyulitkan individu untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Penting untuk memahami cara pendampingan yang tepat, agar dapat mendukung perkembangan dan membantu mereka menjadi lebih mandiri dalam beraktivitas.
Andy M. Saladin, Direktur Utama Sunny Kids mengungkapkan, banyak anak dengan ASD merasa terganggu oleh suara terlalu keras, cahaya terang, atau tekstur tertentu. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah terapi sensori yang dapat membantu mereka. Salah satunya, dengan melalui rangsangan sensorik yang menantang seperti metode luar ruang atau outdoor.
Menurutnya, ada banyak hal yang didapatkan dengan melakukan terapi di luar ruang ini. Selain mengurangi waktu bermain gadget, anak jadi lebih berkeringat karena dilakukan di outdoor. "Anak pun merasa seperti bermain padahal sebenarnya sedang melakukan terapi," ujarnya, Sabtu (23/6).
"Dan dengan melakukan terapi yang konsisten maka anak dapat menjadi lebih toleran terhadap rangsangan yang sebelumnya mengganggu," sambungnya.
Hal ini, lanjut dia, telah dibuktikan oleh beberapa studi. Di mana hasilnya menunjukkan bahwa terapi sensori integrasi memiliki dampak positif pada anak-anak dengan gangguan spektrum autisme. Salah satu studi yang diterbitkan di Journal of Autism and Developmental Disorders misalnya. Disebutkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pemrosesan sensorik, interaksi sosial, dan perilaku adaptif pada anak-anak dengan ASD yang menjalani terapi sensori integrasi. Terapi ini membantu meningkatkan keterampilan fungsional sehari-hari.
Dalam praktiknya, pihaknya pun telah menggunakan pendekatan inovatif untuk melatih tumbuh kembang yang holistik. Mulai dari Terapi Sensori Integrasi, Terapi Wicara, hingga Terapi Perilaku. "Terapi Sensori Integrasi membantu anak-anak dalam mengatur dan merespons sensasi dengan lebih baik. Sementara Terapi Wicara fokus pada pengembangan kemampuan berbicaral pada anak, dan Terapi Perilaku bertujuan agar anak dapat mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasinya," jelasnya.
Direktur Operasional Sunny Kids Christina Onasis menambahkan, pihaknya jadi yang pertama menerapkan konsep terapi sensori integrasi outdoor. Yang mana, ada ruang transformasi yang dirancang khusus untuk menjadi tempat anak-anak dapat belajar, bermain, dan dilatih agar berkembang secara optimal. "Dengan tim terapis bersertifikat dan berpengalaman, kami menciptakan ruang yang aman dan inklusif," urainya. (*)