Tingkatkan Pelayanan Khusus Anak, RSUD Leuwiliang Hadirkan Layanan Okupasi Sensori Integrasi
23 Februari 2025
LEUWILIANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Kali ini dengan menghadirkan layanan Okupasi Sensori Integrasi, sebuah program khusus untuk anak-anak usia maksimal 8 tahun.
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Leuwiliang, dr. Hendriko Sitorus mengatakan, layanan ini dirancang untuk membantu anak-anak dengan gangguan perkembangan sensorik, motorik, atau perilaku agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.
“Terapi okupasi sensori integrasi membantu anak-anak mengelola respons terhadap stimulasi sensorik, meningkatkan kemampuan motorik dan koordinasi tubuh, serta mendukung perkembangan kognitif dan sosial,” ujarnya.
Layanan ini, lanjut Dokter Hendriko sangat membantu anak dengan kebutuhan khusus, seperti autisme, ADHD, atau gangguan perkembangan lainnya.
Bahkan, fasilitas yang dimiliki RSUD Leuwiliang ini dilengkapi dengan ruangan terapi khusus yang dirancang untuk menciptakan suasana nyaman dan aman bagi anak.
“Selain itu, terapi ini ditangani oleh dua terapis okupasi profesional yang berpengalaman di bidangnya,”
jelas Dokter Hendriko.
Tidak hanya terapi, para orang tua juga dapat berkonsultasi langsung dengan dr. Hendriko untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang kondisi dan kebutuhan anak mereka.
Sementara itu, Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri menyampaikan harapannya terkait penambahan layanan yang ada di RSUD Leuwiliang.
“Kami ingin RSUD Leuwiliang menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan holistik dan ramah anak,” ungkap Dokter Vitrie.
Dengan adanya layanan okupasi sensori integrasi ini, Dokter Vitrie menginginkan RSUD Leuwiliang bisa memberikan solusi terbaik bagi orang tua yang ingin mendukung tumbuh kembang anaknya.
Di samping itu, Dokter Vitrie menyebutkan bahwa tim rehabilitasi medik RSUD Leuwiliang dikenal memiliki hubungan yang baik dengan pasien dan keluarganya.
Sehingga, tingkat kepatuhan pasien yang tinggi dalam menjalani terapi menjadi salah satu indikator keberhasilan layanan ini.
“Edukasi dan informasi yang terus diberikan kepada orang tua semakin memperkuat peran RSUD Leuwiliang sebagai mitra kesehatan yang andal bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV)
Baca juga
Mahasiswa UGM Kembangkan Game Edukatif “Kata Kita” untuk Anak Cerebral Palsy
Januari 2026, Pemkab Temanggung Bakal Luncurkan Rumah Terapi Gratis bagi ABK
Panti Sosial Cipayung beri layanan kesehatan dan terapi untuk 103 anak




