Mengunjungi Ruang Harapan Anak Hebat Kota Pasuruan, Fasilitas Lengkap untuk Terapi Keterlambatan Tum
26 Februari 2025
Masyarakat Kota Pasuruan yang memiliki anak dengan tumbuh kembang terlambat, kini tidak perlu risau. Mereka bisa mendatangi Ruang Harapan Anak Hebat milik dinas sosial (Dinsos). Terapis akan membantu sesuai kebutuhan.
Fahrizal Firmani, Radar Bromo, Pasuruan
Sejumlah wanita berada di ruang terapis. Di hadapan mereka, ada tiga anak berumur lima tahun yang tengah terlentang. Mereka memijat lembut jemari tangan dan kaki anak tersebut. Pijatan itu dilakukan berulang kali secara bergantian.
Begitulah pemandangan yang terlihat di Ruang Harapan Anak Hebat, Jalan Hasyim Asyari, Selasa (24/12). Ya, sejak awal tahun ini, ruang harapan ini sudah melayani masyarakat Kota Pasuruan. Ada dua terapis yang siap melayani dan tanpa dipungut biaya.
Ruang harapan ini memiliki sejumlah fasilitas. Mulai dari layanan fisioterapi, terapi wicara, okupansi terapi hingga snoezelen (bagian dari okupasi terapi).
Juga dilengkapi dengan alat untuk mendukung terapi. Seperti kursi roda, alat permainan edukatif, flash card, bubble sabun, alat peraga edukatif, trampolin hingga papan titian.
"Ini bagian dari terapis massage tangan. Dipijat lembut pada jemari tangan agar tidak kaku," kata salah satu terapis, Muhimmatul Khoiroh, 22, menunjuk pada kegiatan yang dilakukan di ruang terapis itu.
Muhim-sapaannya menyebut, ketiga anak yang dipijat itu mengalami CP Quadri Plegi Spastic atau gangguan pada syaraf otak. Gangguan ini menyebabkan tulang tidak bisa tumbuh sesuai umurnya. Terapis tangan dan kaki yang dilakukan untuk merangsang agar tangan dan kaki tidak kaku.
Pengidap CP Quadri Plegi Spastic ini biasanya suka mengepalkan tangan mereka. Kebiasaan ini membuat otot tangan tidak kuat. Dan bisa kesulitan untuk berdiri. Saat berdiri, seseorang harus bertumpu dengan jemari terbuka, bukan jemari yang tertutup.
"Dari kekuatan tangan antara yang mengepal dan jari yang terbuka, jelas berbeda. Makanya dipijat untuk melatih otot tangan," katanya.
Bagian kaki pada penderita CP Quadri Plegi Spastic juga dipijat. Sebab mereka sering terlentang. Tujuannya agar mereka bisa berjalan. Lama terapi tidak bisa dipastikan. Disesuaikan dengan kondisi mereka.
Jika mereka rewel dan suka menangis, tentu butuh usaha ekstra. Terapis biasanya mengembalikan anak tersebut ke ibunya dahulu agar tenang. Sebab saat rewel atau menangis, bisa susah untuk dipijat karena ototnya tegang.
Baca juga
Mahasiswa UGM Kembangkan Game Edukatif “Kata Kita” untuk Anak Cerebral Palsy
Januari 2026, Pemkab Temanggung Bakal Luncurkan Rumah Terapi Gratis bagi ABK
Panti Sosial Cipayung beri layanan kesehatan dan terapi untuk 103 anak




