www.myfurniture8.com-alat terapi |Soft Play

Login
Information
News
5 Desember 2017
Pemkot Bagikan 51 Alat Bantu Disabilitas
Pemkot Solo detail

1 Desember 2017
Muniyati dan Anak-Anak Autis yang Cakap Menenun Songket
Anak Autis yang Cakap Menenun Songket detail

13 November 2017
Jaga Kandungan, Cegah Down Syndrome
Down Syndrome detail

18 Oktober 2017
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA detail

» index berita

Sering Tantrum, Putra Anji Jalani Terapi Sensori Integrasi


2 September 2017

 Penyanyi Anji dan istrinya Wina, memiliki buah hati yang rutin menjalani terapi sensori integrasi. Sigra Umar Narada (2 tahun) ternyata mengalami masalah dengan sensorinya atau disfungsi sensori integrasi. Sigra seringkali tantrum atau mengamuk.

Bocah lucu itu juga masih sulit mengerti instruksi yang diberikan. Menurut Anji di akun Instagramnya @anji.manji, Sigra kadang tak merasakan kesakitan saat jatuh atau terluka. Wina pun menjelaskan kalau anaknya itu mengalami masalah dalam sensorinya dan menjalani terapi sensori integrasi.

Mungkin banyak yang belum tahu dengan gangguan disfungsi sensori integrasi (DSI). DSI sendiri, seperti dikutip dari RSBorromeus.com, merupakan gangguan neurologis yang diakibatkan oleh ketidakmampuan otak anak dalam mengintegrasikan, memproses, dan merespons informasi yang diterima dari sistem indra (penglihatan, pendengaran, penciuman perasa, peraba, posisi dan gerakan tubuh).

Ada tanda-tanda khusus dan sangat khas pada anak yang mengalami DSI. Antara lain, suka menyentuh benda dan orang lain, ceroboh, punya gerakan yang kaku, kesulitan untuk fokus, tak suka disentuh, dipeluk, kotor / jijikan dan tidak suka berantakan. Termasuk suka lambat dalam perkembangan bicara, bahasa dan keterampilan gerak

Disfungsi sensori integrasi ini bisa terjadi pada anak yang lahir prematur, mengalami gangguan perkembangan seperti autisme, ADHD, Fragile X Syndrome dan gangguan perkembangan lainnya, gangguan psikis dan cedera otak.

Untuk meredakan disfungsi ini perlu diberikan terapi sesuai masalah sensori dari inderanya. Sebelumnya anak harus berkonsultasi dahulu dengan dokter anak dan dokter tumbuh kembang. Nantinya dokter akan menganalisis secara mendalama masalah sensoris yang dialami buah hati.

Jika si kecil sering mengamuk tanpa sebab, kemampuan bicaranya tak berkembang sesuai usia serta mengalami gejala di atas segeralah berkonsultasi dengan dokter anak spesialis tumbuh kembang. Tak perlu panik, yang terpenting adalah orangtua tenang dan mencari informasi dari sumber yang tepat.

dream.co.id



Baca juga
  » 5 Desember 2017
Pemkot Bagikan 51 Alat Bantu Disabilitas
Pemkot Solo

  » 1 Desember 2017
Muniyati dan Anak-Anak Autis yang Cakap Menenun Songket
Anak Autis yang Cakap Menenun Songket

  » 13 November 2017
Jaga Kandungan, Cegah Down Syndrome
Down Syndrome

  » 18 Oktober 2017
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA

  » 29 September 2017
Ruang Ramah dan Aman Anak Semakin Sempit
Ruang Ramah dan Aman Anak Semakin Sempit